Selamat Datang di Perawang kota industri

Situs ini berisikan berita seputar kota Perawang,Siak Sriindrapura dan sekitarnya ... email: perawang@8rf.com

03 May 2005

Jembatan Siak Ditargetkan Selesai Desember 2005

PEKANBARU - Bupati Siak, H Arwin AS, SH menargetkan pembangunan jembatan Siak yang menelan dana Rp230 miliar selesai Desember 2005 mendatang. Sebelumnya, Pemkab Siak menargetkan pembangunan bisa diselesaikan pada Agustus 2005 atau bertepatan HUT Proklamasi RI.

Menurut Bupati, Senin (2/5) kemarin, terkendalanya pembangunan itu bukan terbentur masalah pendanaan tapi akibat terjadinya masalah yang tidak diinginkan. Sehingga mengganggu proses penyelesaian pengerjaan jembatan. Kendati mengalami permasalahan non teknis pengerjaan, Pemkab Siak tetap melakukan pengerjaan demi kepentingan masyarakat umum yang sebelumnya terhenti. Saat ini untuk sementara tengah dilakukan pengerjaan bagian darat di dua sisi yang nantinya akan dilanjutkan di bagian penghubung. "Kita bersyukur pengerjaan jembatan Siak yang telah menelan dana Rp155 miliar terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Riau, Komisi V DPR RI dan masyarakat Siak itu sendiri. Dan Pemkab Siak tetap menyelesaikan pengerjaannya," tegasnya.

Bertolak ke Jakarta
Bupati juga mengungkapkan pihaknya dalam waktu dekat ini akan bertolak ke Jakarta untuk mendudukkan masalah kelanjutan proyek jembatan Siak. Hal ini dimaksudkan agar Pemkab Siak tidak dirugikan dalam masalah ini. "Bagaimanapun Pemkab Siak harus menyelamatkan uang negara yang telah dikeluarkan selama ini," jelas Arwin.

Perlunya mendudukan pembangunan Jembatan Siak ini, kata Arwin, diakuinya akan mempengaruhi pengejraan dua jembatan yang akan dilakukan seperti jembatan Perawang dan jembatan penghubung Sungai Apit dan Teluk Masjid yang memerlukan dana sangat besar.

Sementara itu, pengamat ekonomi Riau, Viator Butar-butar mengaku tersendatnya pembangunan jembatan Siak, akibat adanya intervensi pihak-pihak tertentu yang menganggap bila pembangunan ini selesai akan mengganggu usaha bisnisnya.

Seharusnya pihak yang dimaksud bisa memahami dan mendukung upaya Pemkab Siak dari sisi pembangunan. "Seharusnya pihak yang telah melakukan usaha di wilayah Siak dalam hitungan puluhan tahun tidak mempersulit, tapi menyadari betapa pentingnya pembangunan jembatan itu," jelasnya.

Viator menolak keras bila dikatakan pembangunan jembatan harus mengikuti keinginan industri yang ada seperti PT IKPP. Harusnya perusahaan itu yang segera melakukan relokasi, karena saat ini Sungai Siak tidak layak lagi untuk industri seperti sekarang ini.

Bupati Siak Bantah Kuasai Desa Bukit Agung
PEKANBARU-Untuk tidak mengabaikan pemerintahan di Desa Bukit Agung yang masih tumpang tindih dengan Pemkab Pelalawan, Pemkab Siak tetap melantik kepala desa. Sebab, sambil menunggu keputusan Pemprov Riau melalui Gubernur HM Rusli Zainal, Pemkab Siak tidak mungkin mengabaikan pemerintahan di sana, terutama masyarakat yang menginginkan pelayanan pemerintah.

"Memang kita mengakui beberapa waktu lalu melantik pejabat Kepala Desa Bukit Agung yang menggantikan kepala desa yang meninggal dunia. Sejak ditinggalkan kepala desa itu, otomatis pemerintahan di sana jadi tidak berjalan dan untuk itulah Pemkab Siak segera melantiknya," jelas Arwin. Namun dirinya membantah telah menguasai Desa Bukit Agung dengan melantik kepala desa yang berada di perbatasan Siak-Pelalawan tersebut. "Pemkab Siak justru mengantisipasi agar pemerintah di Desa Bukit Agung tetap berjalan," tegasnya.

Bagaimanapun, lanjutnya, Pemkab Siak siap menerima keputusan yang diambil Gubernur Riau tentang pemilihan dua alternatif yang diajukan dua pemerintahan. Apapun keputusan, kalau kurang puas tentu ada aturan hukum yang akan ditempuh, tapi diharapkan bisa dikeluarkan putusan yang bijaksana.

Ketika ditanya bahwa alternatif yang diajukan ke Gubernur berdasarkan aspirasi masyarakat yang disampaikan tim penyelesaian perbatasan, secara tegas Arwin mengungkapkan, bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakt boleh saja sebagai acuan, tetapi itu belum sebagai pertimbangan. (rm49)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home