Balita Kurang Gizi Masih Ada di Siak
SIAK - Posyandu Harus Diaktifkan, Sesuai laporan Puskesmas Siak saat ini masih ditemukan balita yang kekurangan gizi yang menunjukkan kurangnya kepedulian desa terhadap masyarakat karena keberadaan pos pelayanan terpadu (Posyandu) tidak dimanfaatkan dengan baik.
Untuk mengantisipasi kekurangan gizi atau gizi buruk yang diderita balita di wilayah Kecamatan Siak, Camat Siak, Suntoro, Sip meminta pihak desa untuk kembali mengaktifkan Posyandu di desanya.
"Kita minta pihak desa kembali mengaktifkan Posyandu yang selama ini tidak berjalan di setiap desa, sehingga dengan aktifnya Posyandu ini, maka pelayanan pemberian makanan tambahan pada anak untuk meningkatkan penambahan gizi secara teratur, akan menghilangkan resiko gizi buruk," kata Suntoro kepada wartawan, Selasa (21/6) di ruang kerjanya.
Menurut Suntoro, saat ini pihak desa kurang menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat karena tidak memanfaatkan lagi keberadaan Posyandu dengan baik, bahkan ada beberapa kepala desa sendiri yang tidak tahu menahu tentang kegiatan Posyandu di desanya.
Makanya ke depan, kata Suntoro, kepala desa bersama ibu-ibu PKK diminta menggerakkan program ini, apalagi setiap tahunnya Pemkab Siak telah mengalokasikan dana untuk makanan tambahan, tentunya pemberian makanan tambahan ini dilakukan oleh ibu-ibu PKK dan darma wanita melalui Posyandu. "Tahun ini kita telah mengusulkan pada Pemkab Siak untuk bantuan kepada 20 unit Posyandu yang ada di Kabupaten Siak, sementara laporan yang kita terima jumlah Posyandu di setiap desa jumlahnya masih minim dan tentunya untuk menarik minat masyarakat untuk datang ke Posyandu sangat kurang, karena jaraknya jauh dari tempat dilaksanakan kegiatan Posyandu.
Dalam mengentaskan kekurangan gizi bagi balita, tutur Suntoro, sejak dulu Pemkab Siak memang sangat komit, bahkan setiap tahunnya pemerintah telah mengalokasikan dana untuk peningkatan gizi.
"Disisi lain kita juga mengharapkan kesadaran masyarakat, untuk tetap memperhatikan kondisi anaknya, terutama dalam memberikan makanan dan tentunya makanan tersebut tidak asal diberikan, namun harus melihat kandungan gizi, sehingga pertumbuhan anak akan baik. Makanya melalui peranan ibu-ibu PKK dengan bantuan kepala desa, kegiatan tersebut harus tetap jalan dan Siak bebas dari balita kekurangan gizi," harap Suntoro. (rm58)
Untuk mengantisipasi kekurangan gizi atau gizi buruk yang diderita balita di wilayah Kecamatan Siak, Camat Siak, Suntoro, Sip meminta pihak desa untuk kembali mengaktifkan Posyandu di desanya.
"Kita minta pihak desa kembali mengaktifkan Posyandu yang selama ini tidak berjalan di setiap desa, sehingga dengan aktifnya Posyandu ini, maka pelayanan pemberian makanan tambahan pada anak untuk meningkatkan penambahan gizi secara teratur, akan menghilangkan resiko gizi buruk," kata Suntoro kepada wartawan, Selasa (21/6) di ruang kerjanya.
Menurut Suntoro, saat ini pihak desa kurang menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat karena tidak memanfaatkan lagi keberadaan Posyandu dengan baik, bahkan ada beberapa kepala desa sendiri yang tidak tahu menahu tentang kegiatan Posyandu di desanya.
Makanya ke depan, kata Suntoro, kepala desa bersama ibu-ibu PKK diminta menggerakkan program ini, apalagi setiap tahunnya Pemkab Siak telah mengalokasikan dana untuk makanan tambahan, tentunya pemberian makanan tambahan ini dilakukan oleh ibu-ibu PKK dan darma wanita melalui Posyandu. "Tahun ini kita telah mengusulkan pada Pemkab Siak untuk bantuan kepada 20 unit Posyandu yang ada di Kabupaten Siak, sementara laporan yang kita terima jumlah Posyandu di setiap desa jumlahnya masih minim dan tentunya untuk menarik minat masyarakat untuk datang ke Posyandu sangat kurang, karena jaraknya jauh dari tempat dilaksanakan kegiatan Posyandu.
Dalam mengentaskan kekurangan gizi bagi balita, tutur Suntoro, sejak dulu Pemkab Siak memang sangat komit, bahkan setiap tahunnya pemerintah telah mengalokasikan dana untuk peningkatan gizi.
"Disisi lain kita juga mengharapkan kesadaran masyarakat, untuk tetap memperhatikan kondisi anaknya, terutama dalam memberikan makanan dan tentunya makanan tersebut tidak asal diberikan, namun harus melihat kandungan gizi, sehingga pertumbuhan anak akan baik. Makanya melalui peranan ibu-ibu PKK dengan bantuan kepala desa, kegiatan tersebut harus tetap jalan dan Siak bebas dari balita kekurangan gizi," harap Suntoro. (rm58)

0 Comments:
Post a Comment
<< Home